Konverter Tanggal Hijriah
Konversi tanggal dua arah antara kalender Masehi dan Hijriah menggunakan kalender Umm al-Qura yang resmi, dengan tabel dua belas bulan Hijriah beserta panjang khasnya sebagai referensi.
Tanggal Hijriah (Umm al-Qura)
Tanggal Masehi
Dua belas bulan Hijriah dan panjang khasnya
| Bulan | Jumlah hari yang khas |
|---|---|
| Muharam | 30 |
| Safar | 29 |
| Rabiulawal | 30 |
| Rabiulakhir | 29 |
| Jumadilawal | 30 |
| Jumadilakhir | 29 |
| Rajab | 30 |
| Sya'ban | 29 |
| Ramadan | 30 |
| Syawal | 29 |
| Zulkaidah | 30 |
| Zulhijah | 29 (30 pada tahun kabisat) |
Panjang khas mengikuti pola tabel tradisional berjangka 30 tahun: bulan ganjil 30 hari, bulan genap 29 hari, dan bulan ke-12 bertambah satu hari pada tahun kabisat. Bulan sebenarnya dalam kalender Umm al-Qura dihitung secara astronomis dan bisa lebih pendek atau lebih panjang satu hari pada tahun tertentu — itulah sebabnya entri tanggal 30 diperiksa terhadap panjang bulan yang sesungguhnya sebelum diterima.
Cara menggunakan
- Untuk mengonversi ke Hijriah, pilih tanggal Masehi lalu klik "Konversi ke Hijriah".
- Untuk mengonversi ke Masehi, pilih tanggal, bulan, dan tahun Hijriah, lalu klik "Konversi ke Masehi".
- Gunakan tabel referensi dua belas bulan dan panjang khasnya saat entri tanggal 30 ditolak.
Pertanyaan yang sering diajukan
Apa itu kalender Umm al-Qura?
Umm al-Qura (secara harfiah "induk kota-kota", julukan untuk Makkah) adalah kalender sipil resmi Arab Saudi. Awal bulannya ditetapkan lebih dulu lewat perhitungan astronomi presisi atas hilal baru di sekitar Makkah dan dipublikasikan bertahun-tahun ke depan. Karena tanggalnya dihitung, bukan diumumkan setelah kejadian, kalender ini sepenuhnya deterministik: tanggal apa pun yang Anda konversi hari ini akan cocok dengan tabel yang dipakai pemerintah dan kalangan bisnis Arab Saudi.
Mengapa hasilnya bisa berbeda satu hari dari rukyat di tempat saya?
Bulan Hijriah dimulai saat sabit baru benar-benar terlihat, dan rukyat bergantung pada lokasi, cuaca, serta otoritas keagamaan setempat. Kalender Umm al-Qura adalah satu kesepakatan perhitungan yang berpusat di Makkah, sehingga tanggal yang ditandainya sebagai tanggal 1 bisa jatuh satu hari sebelum atau sesudah malam rukyat di tempat tinggal Anda. Tanggal keagamaan seperti Ramadan dan Idulfitri sebaiknya mengikuti pengumuman resmi di wilayah Anda.
Apa itu siklus 30 tahun?
Kalender Hijriah tabulasi tradisional mengulang pola panjang bulan setiap 30 tahun qamari: dalam tiap siklus, 11 dari 30 tahun adalah tahun kabisat dengan satu hari tambahan sehingga kalender tetap seirama dengan pergerakan bulan. Tabel pada alat ini menampilkan panjang khas bulan menurut pola tersebut. Kalender Umm al-Qura justru dihitung secara astronomis, sehingga panjang bulan aslinya bisa berbeda satu hari dari pola tabulasi pada tahun tertentu.
Mengapa tanggal 30 kadang tidak ada di suatu bulan?
Setiap bulan Hijriah berumur 29 atau 30 hari, dan yang mana yang berlaku bergantung pada tahun dan bulannya. Bila Anda memilih tanggal 30 pada bulan yang berakhir di tanggal 29, konverter memberi tahu panjang asli bulan itu alih-alih diam-diam menggeser tanggal. Ini sesuai praktik kalender nyata: tanggal itu memang tidak ada, sehingga tidak ada yang bisa dikonversi dan tidak ada perkiraan yang disembunyikan dari Anda.
Apakah konverter ini resmi untuk keperluan keagamaan atau hukum?
Bukan. Hasilnya hanya untuk keperluan informasi: perencanaan, rasa ingin tahu, dan referensi sehari-hari. Untuk hal yang berbobot keagamaan atau hukum — menetapkan awal Ramadan, menunaikan zakat pada tanggal tertentu, atau menetapkan tanggal kontrak — ikutilah otoritas keagamaan, masjid, atau pengumuman resmi di wilayah Anda. Negara dan komunitas yang berbeda boleh saja memperingati tanggal dengan selisih satu hari, dan kalender astronomi tidak bisa memutuskan hal itu untuk Anda.